JAKARTA, 110 News — Polda Metro Jaya menjadikan momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 sebagai sarana edukasi publik dan pembinaan karakter bagi generasi muda.
Edukasi itu diwujudkan melalui agenda Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia Tahun 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Melalui kegiatan bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” yang diikuti oleh 100 mahasiswa serta jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat ini, Polda Metro Jaya menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam menjaga kondusivitas serta persatuan bangsa pada era digital.
Kepolisian mendorong para mahasiswa agar tidak hanya terjebak pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menyerap nilai-nilai edukatif dalam menyikapi arus informasi modern.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, agenda ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa agar terus berkontribusi secara positif dan konstruktif di tengah masyarakat.
Menurut dia, kepolisian ingin membangun kesadaran bersama bahwa pemuda adalah pilar utama kemajuan bangsa.
“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujar Budi di lokasi acara, Kamis (29/10/2026).
Pesan edukatif mengenai tantangan nyata generasi muda saat ini juga diperkuat oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Raffi mengingatkan para mahasiswa bahwa perjuangan pemuda masa kini telah bertransformasi dari perjuangan fisik menjadi perjuangan literasi dan ketahanan digital.
“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Inilah Indonesia,” tegas Raffi Ahmad.
Selaras dengan hal itu, Polres Jakarta Pusat menekankan agar nilai-nilai dalam deklarasi yang dibacakan oleh perwakilan mahasiswa dapat direalisasikan dalam sikap hidup sehari-hari, terutama dalam mengedepankan dialog terbuka serta toleransi terhadap perbedaan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar persatuan tersebut dapat menjadi pijakan moral bagi mahasiswa dalam berinteraksi di lingkungan sosial maupun ruang publik.
“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” kata Reynold.
Rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan antar-elemen masyarakat.
Melalui kolaborasi dan pendekatan edukatif ini, Polda Metro Jaya berharap sinergi antara aparat pengamanan, tokoh publik, dan mahasiswa dapat terjalin erat demi menjaga stabilitas dan keamanan nasional. (*)