Pakar Keamanan Publik, Kapolda Sumut Bedah Sinergi Akademisi dan Polri di UMSU

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Pakar Keamanan Publik, Kapolda Sumut Bedah Sinergi Akademisi dan Polri di UMSU
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan paparkan paradigma pelayanan kepolisian modern dan peran strategis akademik pada kuliah umum wisuda UMSU. (Foto: Istimewa)

MEDAN, 110 News – Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol. Sonny Irawan memaparkan kajian strategis mengenai peran institusi pendidikan tinggi dalam menjaga stabilitas sosial pada acara wisuda hari kedua Periode II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada Rabu (28/10/2026).

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, perwira tinggi kepolisian tersebut membedah hubungan korelatif antara literasi hukum, kesadaran kebangsaan, dan pemeliharaan keamanan masyarakat di hadapan ratusan akademisi serta wisudawan.

Dalam forum ilmiah tersebut, Kapolda menjadikan pendekatan edukatif sebagai landasan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan civitas akademika.

Dalam pencerahan akademiknya di depan 905 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam serta Fakultas Hukum, Irjen Pol. Sonny mengatakan perguruan tinggi merupakan inkubator intelektual yang penting bagi pembentukan karakter bangsa.

Menurut dia, semangat nasionalisme tidak cukup dimaknai secara teoretis, melainkan harus diimplementasikan melalui pendekatan empiris dalam mengatasi berbagai persoalan sosial.

Dia menilai sinergi antara pemikiran kritis akademisi dan fungsi pemeliharaan keamanan menjadi kunci dalam membangun lingkungan masyarakat yang kondusif, harmonis, dan berkeadaban.

Secara komprehensif, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1997 tersebut membedah transformasi paradigma pelayanan Polri dari pendekatan kofrontatif menuju pendekatan humanis yang berbasis pada perlindungan hak-hak konstitusional warga negara.

Sonny menjelaskan, hak menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang dilindungi undang-undang selama dilakukan melalui jalur hukum yang benar dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Melalui analisis tata kelola keamanan publik, jenderal polisi bintang dua di Pundak ini menggarisbawahi teori bahwa pusat kekuatan atau Central of Gravity kepolisian terletak pada partisipasi aktif masyarakat serta dukungan lembaga pendidikan.

Selain mengulas konsepsi keamanan, Sonny memberikan analisis preventif mengenai pentingnya benteng edukasi dalam menanggulangi ancaman kejahatan terorganisir seperti penyalahgunaan narkotika dan kejahatan jalanan.

Pencegahan terhadap penyakit sosial tersebut membutuhkan formulasi berbasis kesadaran individu yang terintegrasi dengan peran keluarga dan institusi pendidikan.

Mengakhiri pemaparannya, Sonny mengapresiasi capaian akademik para lulusan baru UMSU dan mendorong mereka untuk menerapkan keilmuan yang diperoleh demi mendukung pembangunan daerah serta menyiapkan fondasi sosial menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.