BENGKULU, 110 News – Senyum merekah dan tatapan penuh ketulusan terpancar jelas tatkala seorang perwira tinggi kepolisian merangkul erat tubuh mungil seorang anak. Di balik ketegasan atribut seragam dan tanda pangkat yang melekat di pundaknya, tersimpan kelembutan serta kehangatan jiwa seorang ayah.
Pemandangan penuh keharuan ini terlihat ketika Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid berinteraksi dengan para peserta didik dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang diinisiasi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bengkulu.
‎Kehadiran orang nomor satu di Polda Bengkulu tersebut bukan sekadar menjalankan agenda kedinasan formal semata. Lebih dari itu, dia hadir membawa energi kebapakan yang menenangkan, sekaligus meruntuhkan rasa canggung atau gentar yang kerap melekat pada diri anak-anak kecil saat berhadapan dengan institusi penegak hukum.
‎Dengan pendekatan ramah dan penuh cinta kasih layaknya mengasuh buah hati sendiri, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid berupaya menanamkan pondasi karakter positif sejak usia dini.
‎”Anak-anak ini adalah permata hati kita sekaligus generasi penerus bangsa yang kelak memegang estafet kepemimpinan di masa depan. Sudah kewajiban moral kita bersama, termasuk institusi kepolisian, untuk membimbing, melindungi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kedisiplinan mereka dengan penuh kelembutan dan keteladanan,” ungkap Yudhi di sela-sela kegiatan penuh keakraban tersebut.

‎Dalam rangkaian acara edukatif tersebut, anak-anak diperkenalkan secara interaktif mengenai tugas-tugas kepolisian, pemahaman dasar rambu-rambu lalu lintas, serta arti penting kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
‎Seluruh materi disampaikan melalui metode yang menyenangkan sehingga suasana cair, ceria, dan penuh tawa mewarnai interaksi antara anak-anak dan jajaran kepolisian.
‎Sikap kebapakan yang ditunjukkan Kapolda Bengkulu memberikan pesan moral bahwa kepolisian hadir bukan untuk ditakuti, melainkan sebagai sahabat setia yang siap melindungi dan mengayomi masyarakat sejak usia dini.
‎Melalui sentuhan humanis ini, diharapkan tumbuh kesadaran hukum, keberanian, serta rasa tanggung jawab dalam diri setiap anak untuk senantiasa taat pada aturan dan peduli terhadap keselamatan bersama.
‎Program Polisi Sahabat Anak yang digelorakan oleh Ditlantas Polda Bengkulu ini tidak hanya berfokus pada pembangunan budaya tertib berlalu lintas di jalan raya, melainkan juga merajut ikatan emosional yang kuat antara Polri dan masyarakat.
‎Kehangatan seorang pemimpin yang turun tangan langsung mendidik dengan ketulusan hati membuktikan bahwa Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang berjiwa pengasuh sejati. (*)