KOTA BEKASI – Garis lampu kendaraan membelah keheningan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, saat jarum jam menunjukkan pukul 02.00 WIB. Pada saat ribuan warga terlelap menyandarkan lelah, sepuluh personel piket fungsi Polsek Bekasi Selatan justru merapatkan jaket, menyisir lorong-lorong rawan, dan berdiri siaga mengawal kedamaian malam melalui Operasi Cipta Kondisi bertajuk Jaga Jakarta On The Spot, Selasa (8/9/2026).
Fokus operasi malam itu bukan sekadar formalitas razia kendaraan atau membunyikan sirine di jalan protokol. Polisi bergerak senyap, menelisik hingga ke celah sempit yang kerap menjadi sarang tawuran remaja, arena balap liar, hingga titik kumpul potensi kejahatan jalanan.
Setiap kendaraan yang melintas di area remang dihentikan dengan pendekatan persuasif namun tegas, memeriksa kemungkinan adanya senjata tajam, narkoba, hingga barang terlarang lainnya.
Di tengah kesunyian patroli stasioner itu, perwira pengendali lapangan sekaligus Kanit Provos Polsek Bekasi Selatan Ipda Kus Haryanto membagikan pandangannya mengenai esensi keharusan polisi untuk terus terjaga di saat masyarakatnya tidur.
“Kami mengedepankan langkah preventif dan kehadiran personel di titik-titik rawan. Melalui Jaga Jakarta On The Spot, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman, sekaligus mencegah sejak dini potensi kejahatan jalanan, tawuran maupun balap liar,” ujarnya.
Strategi menghadirkan seragam polisi di titik rawan ini terbukti efektif meredam niat jahat sebelum berubah menjadi aksi kriminalitas. Hingga fajar menyingsing dan barisan kendaraan patroli kembali ke markas, tak satupun insiden berdarah atau pelanggaran hukum menonjol yang merusak ketenangan warga Bekasi Selatan malam itu.
“Situasi selama pelaksanaan kegiatan aman dan kondusif. Tidak ditemukan pelanggaran pidana. Namun, patroli dan pengawasan akan tetap kami tingkatkan sebagai langkah antisipasi agar situasi keamanan tetap terjaga,” kata Ipda Kus Haryanto. (*)