Langkah Edukatif Polrestabes Medan Libatkan Pelajar dan Mahasiswa Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Langkah Edukatif Polrestabes Medan Libatkan Pelajar dan Mahasiswa Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas
Polrestabes Medan mengajak pelajar dan mahasiswa menjadi perpanjangan tangan dalam mengampanyekan keselamatan jalan raya dan menolak narkoba. (Foto: Istimewa)

MEDAN, 110 News – Menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan keselamatan di jalan raya, Polrestabes Medan mengedepankan pendekatan edukatif dan preemtif melalui Forum Group Discussion (FGD) dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 yang melibatkan pelajar, mahasiswa, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Operasi kepolisian kali ini tidak sekadar berfokus pada penindakan hukum bagi pelanggar aturan jalan raya, melainkan menempatkan edukasi sebagai dasar menumbuhkan kesadaran kolektif.

Melalui FGD yang menghimpun akademisi, ahli lalu lintas, mahasiswa, dan pelajar, kepolisian berupaya menyerap berbagai gagasan solutif guna memitigasi permasalahan klasik Kota Medan seperti kemacetan, pelanggaran, dan tingginya angka kecelakaan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan pelibatan pelajar dan mahasiswa bermakna strategis agar pesan keselamatan tidak berhenti di ruang kelas atau kampus saja.

Dia berharap kalangan muda mampu menjadi perpanjangan tangan kepolisian dalam menyampaikan pesan tertib berlalu lintas kepada keluarga serta lingkungan sosial sekitarnya.

“Polrestabes Medan melaksanakan Operasi Patuh Toba 2026 secara preemtif, edukatif, dan preventif. Pada kesempatan ini kami mengadakan FGD bersama Forkompinda, ada juga ahli lalu lintas dari kampus dan anak sekolah.  Tentunya dari FGD ini kita akan melihat dan mendapat masukan,” ujar Calvijn.

Selain FGD, kegiatan ini dilanjutkan dengan deklarasi tertib berlalu lintas di Kota Medan, “Kita bisa melihat begitu banyak kemacetan, begitu banyak angka kecelakaan, dan kita mau mitigasi ini,” ujar Calvijn.

Rangkaian kegiatan edukatif tersebut juga diperkuat dengan deklarasi bersama yang ditandai dengan penandatanganan fakta integritas oleh unsur Forkopimda dan elemen masyarakat.

Komitmen itu tidak hanya berporos pada ketertiban berlalu lintas, melainkan juga menyasar isu lain berupa penolakan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

Langkah ganda itu menunjukkan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan masyarakat berjalan seiring dengan upaya preventif jangka panjang. Kepolisian memandang ruang publik yang aman dan tertib di jalan raya harus didukung oleh moralitas masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan narkotika demi menjamin perlindungan menyeluruh bagi warga.

Melalui momentum Operasi Patuh Toba 2026, Polrestabes Medan optimistis budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara organik dari kesadaran individu setiap pengguna jalan, bukan karena takut terhadap pengawasan petugas, demi mewujudkan keselamatan bersama dan menjadikan Kota Medan yang lebih tertib. (*)

Redaksi 110news
Saparuddin Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.