BANTEN, 110 News – Polda Banten mengimbau seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI dengan tidak hadir secara langsung di Banten International Stadium (BIS) saat laga Dewa United Banten FC melawan Persija Jakarta pada Sabtu (31/10/2026).
Langkah preventif ini diambil sebagai wujud kepedulian bersama dalam merawat keamanan, ketertiban umum, serta menghindarkan para pencinta sepak bola dari risiko gesekan fisik yang membahayakan keselamatan jiwa.
Keputusan melarang kehadiran suporter tandang selama setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027 tersebut merupakan buntut insiden kericuhan pada laga sebelumnya melawan Persita Tangerang di stadion yang sama pada 17 Oktober 2026.
Keselamatan masyarakat dan masa depan kedewasaan suporter menjadi landasan utama pertimbangan kepolisian dalam membatasi pergerakan massa ke stadion.
Menanggapi situasi tersebut, Polda Banten mengajak para simpatisan Persija Jakarta untuk mengalihkan semangat dukungan mereka melalui cara-cara yang lebih aman dan menyejukkan, seperti menggelar kegiatan nonton bareng di lingkungan pemukiman masing-masing.
Langkah alternatif ini dinilai efektif menjaga hangatnya kebersamaan antar-pendukung tanpa perlu mengorbankan ketertiban umum di jalan raya melalui aksi konvoi yang berisiko memicu provokasi.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan kepatuhan terhadap sanksi Komdis PSSI merupakan bentuk komitmen moral bersama demi memanusiakan olahraga itu sendiri.
“Kami mengimbau kepada seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi dan menghormati sanksi yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI. Kami berharap tidak ada suporter tim tamu yang datang ke Banten International Stadium untuk menyaksikan pertandingan secara langsung,” ujar Maruli, Jumat (30/10/2026).
Maruli menggarisbawahi kecintaan terhadap klub kesayangan seharusnya diekspresikan dengan cara yang arif, bertanggung jawab, dan tidak melukai nilai-nilai kemanusiaan.
“Silakan memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antarsuporter,” jelasnya.
Menurut dia, esensi sebuah pertandingan olahraga adalah menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam bingkai persaudaraan, bukan memecah belah atau menyisakan trauma akibat tindak kekerasan.
“Jadikan sepak bola sebagai ajang mempererat persaudaraan. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi menjaga persatuan, keselamatan, dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa suporter sepak bola Indonesia mampu memberikan dukungan secara dewasa, santun, dan sportif,” kata Maruli.
Melalui pendekatan yang humanis ini, Polda Banten berharap seluruh elemen suporter, panitia pelaksana, dan warga setempat dapat saling bahu-membahu menaati aturan yang ada.
Dengan mengutamakan keselamatan bersama di atas fanatisme sempit, laga antara Dewa United Banten FC dan Persija Jakarta diharapkan menjadi momen penting pembenahan budaya suporter Indonesia menuju arah yang lebih bernilai, damai, dan aman bagi siapa saja. (*)