Yang sedang ramai dicari 🔥

Perang Total, Kapolri Pastikan Negara Tak Tunduk Lawan Bandar Narkoba

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Perang Total, Kapolri Pastikan Negara Tak Tunduk Lawan Bandar Narkoba
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, 110 News – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan negara tidak boleh kalah dari kejahatan bandar narkoba. Kapolri menegaskan hal ini saat memimpin operasi serentak pemberantasan sarang narkoba berskala nasional di sejumlah wilayah Indonesia.

Kini Polri menggandeng Badan Narkotika Nasional, TNI, serta pemerintah daerah untuk memburu dan menggulung jaringan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.

Petugas gabungan menyisir sejumlah titik rawan yang selama ini menjadi sarang peredaran narkoba. Di Jakarta Barat, polisi menggeruduk kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos pada Jumat (9/10/2026), lalu mencokok 24 orang beserta barang bukti narkotika.

Gebrakan serupa menjangkau sembilan lokasi rawan di Sumatera Utara dengan mencokok 36 orang dan menyita 102 gram sabu. Sementara razia tempat hiburan malam di Riau menjaring 68 orang, dimana 63 orang di antaranya positif mengonsumsi zat terlarang.

Penyergapan masif juga melumpuhkan pusat peredaran di Makassar, Palu, Palembang, hingga Palangka Raya. Petugas menyergap kawasan Borta di Makassar dan menciduk 104 orang, termasuk tiga tersangka yang berperan sebagai bandar utama.

Polri menerapkan strategi dua arah dengan memisahkan tindakan hukum bagi pelaku kejahatan dan korban penyalahgunaan. Polisi menjerat bandar serta pengedar dengan sanksi hukum berat. Sedangkan para pengguna mendapatkan fasilitas rehabilitasi sesuai aturan.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” tegas Suyudi di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Suyudi mengajak seluruh elemen masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing demi memutus rantai pasokan barang haram tersebut.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak bandar semakin terbatas,” ujar Suyudi.

Polri terus memperluas penyelidikan untuk membongkar jaringan pemasok internasional dan melacak aliran dana para cukong narkoba di balik layar. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.