‎Polri Rangkul Ulama, Citra Humanis Kepolisian Makin Terangkat

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
‎Polri  Rangkul Ulama, Citra Humanis Kepolisian Makin Terangkat
Brigjen Pol. (Purn) Zulkifli AR. (Foto: Istimewa)

JAKARTA. 110 News — Mantan Widyaiswara Sespim Polri Brigjen Pol. (Purn) Zulkifli AR menyoroti langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang aktif menjalin kedekatan dengan para habib dan ulama, termasuk Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Menurut sosok yang akrab disapa Ustadz Zulkifli ini, kedekatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun persepsi positif publik.Dia  menjelaskan,  langkah strategis ini dapat dipahami melalui pendekatan analisis SWOT untuk membaca kondisi internal dan eksternal organisasi.

‎Pemetaan tersebut relevan bagi pimpinan Polri dalam menentukan arah kebijakan serta memanfaatkan peluang guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

‎“Keberhasilan membangun hubungan baik antara umaro dan ulama menjadi salah satu peluang strategis bagi Polri. Organisasi harus mampu memanfaatkan kekuatan yang ada untuk meningkatkan posisi kompetitif sekaligus memobilisasi sumber daya dalam menghadapi berbagai tantangan dari luar,” ujar Zulkifli di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

‎Dia menilai kehadiran ulama di lingkungan kepolisian  memperkuat semangat pemolisian yang humanis. Tugas Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum semata, melainkan juga mencakup pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta upaya membangun hubungan harmonis yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis.

‎“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Ia membutuhkan mitra, dan mitra strategis itu adalah ulama dan umat. Sosok polisi yang humanis, adil, jujur, serta mampu bergandeng tangan dengan masyarakat menjadi harapan bersama dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban,” tegas Zulkifli.

‎Sejumlah kegiatan jajaran kepolisian di daerah seperti subuh keliling, Jumat Barokah, hingga keterlibatan anggota Polri sebagai khatib Jumat menjadi sarana untuk mendengar aspirasi warga. Sinergi ini juga sejalan dengan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas yang bermakna sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Melalui pendekatan dialogis dan keteladanan tersebut, sinergi antara umaro, ulama, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut demi terciptanya kehidupan sosial yang tertib, aman, serta harmonis di seluruh pelosok Tanah Air (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.