JAKARTA, 110 News – Tim Resmob Bareskrim Polri berhasil membekuk seorang wanita berinisial RH yang menjadi buronan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah.
Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Teuku Arsya Khadafi, mengonfirmasi bahwa petugas menangkap pimpinan PT Nur Rizqon Hasana tersebut di sebuah perumahan mewah di wilayah Temanggung, Jawa Tengah.
Penangkapan ini mengakhiri pelarian RH setelah Polda Jambi menetapkannya sebagai tersangka dan memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Agustus 2026.
Petugas melacak pergerakan tersangka yang sempat terdeteksi di Surakarta lewat aktivitas media sosial, sebelum akhirnya berpindah-pindah lokasi dan bersembunyi di Temanggung.
“Tim lapangan Satresmob Bareskrim Polri langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya posisi tersangka berhasil kami lacak dan amankan di wilayah Temanggung,” ujar Arsya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10).
Petugas gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Jambi, dan Polsek Temanggung menggerebek lokasi persembunyian RH di Perumahan The Ariston Premium Residence, Giyanti, Temanggung, pada Rabu (14/10) malam. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita satu unit mobil Honda Brio warna putih berpelat nomor AA 1328 RN yang menguatkan dugaan keterlibatan dalam tindak pidana.
Kasus ini bermula pada Agustus 2025 saat RH menawari para korban paket keberangkatan Umrah Full Ramadhan. Pelaku meminta uang muka sebesar 35 persen dengan skema pelunasan secara bertahap.
Namun, setelah para korban melunasi seluruh biaya, RH terus mengulur waktu dan menunda jadwal keberangkatan dengan dalih kendala administrasi visa. Pelaku kemudian melarikan diri sambil membawa kabur uang jemaah sebesar Rp143 juta.
Saat ini, Bareskrim Polri telah menyerahkan RH beserta barang bukti ke Polda Jambi guna menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut.
“Tersangka dan barang bukti diserahkan sepenuhnya kepada jajaran penyidik Polda Jambi untuk penanganan hukum lebih lanjut. Polri berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk penipuan yang merugikan masyarakat luas,” tegas Arsya.