JAKARTA, 110 News – Menjaga denyut nadi ibu kota bukan sekadar perihal menegakkan hukum dengan tangan besi, melainkan merajut rasa aman berlandaskan nurani yang hidup.
Semangat itulah yang terpancar jelas dalam lembar perjalanan karier Komisaris Besar Polisi Imron Ermawan, seorang perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian tahun 2002 yang kini memegang kendali di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kelahiran Pasuruan ini membuktikan bahwa ketegasan seorang reserse tidak harus kehilangan kepekaan sosialnya, sebuah filosofi kepemimpinan yang seirama dengan visi humanis Kapolda Metro Jaya dalam menghadirkan kepolisian yang dekat, mengayomi, dan melindungi masyarakat secara utuh.
Rekam jejak panjang di bidang reserse ditempa melalui berbagai penugasan di pelosok daerah yang penuh tantangan.
Sebelum menginjakkan kaki di Jakarta, Imron telah malang melintang menakhodai berbagai wilayah operasional yang menuntut keberanian sekaligus kearifan lokal.

Mulai dari masa tugas awalnya sebagai KBO Satreskrim hingga Kasat Binmas di Polres Banyuwangi, serta memimpin kepolisian sektor di Muncar dan Rogojampi hingga mengemban amanat sebagai Wakapolres Sukabumi Kota. Setiap jengkal wilayah mengajarkannya bagaimana mendengarkan keluh kesah masyarakat bawah secara langsung tanpa sekat.
Transformasi kepemimpinannya semakin bersinar ketika dia memimpin wilayah hukum di bawah naungan Polda Jawa Barat.
Saat menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota pada tahun 2021, dia tidak hanya dikenal karena ketegasannya dalam memberantas aksi geng motor yang meresahkan, tetapi juga merengkuh hati warga lewat aksi blusukan menyambangi kaum miskin dan lansia lumpuh.
Dedikasi tersebut melahirkan julukan penuh kasih sebagai “Bapak Para Lansia” serta diganjar penghargaan Presisi Award atas keberhasilannya menangani dampak pandemi Covid-19.
Jejak pengabdian yang mengakar pada empati tersebut terus berlanjut saat dia memimpin Polres Cimahi dengan menuntaskan berbagai kasus pelik, termasuk pengusutan tuntas pembunuhan purnawirawan TNI di Lembang, sebelum akhirnya mengemban tugas sebagai Wakapolresta Bandung dan sempat diperbantukan di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kini, di bawah payung besar kebijakan Kapolda Metro Jaya yang mengutamakan pendekatan humanis, namun tetap tegas terhadap kejahatan jalanan, penunjukan Imron sebagai Ps. Dirreskrimum Polda Metro Jaya pada Oktober 2026 menjadi babak baru bagi keamanan Ibu Kota.
Dalam komitmen profesionalismenya memimpin jajaran reserse, dia senantiasa menekankan pentingnya kehadiran negara yang menenangkan bagi setiap warga.
“Pengungkapan kasus ini merupakan wujud komitmen Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yaitu kerja melayani Jakarta, dalam menegakkan hukum secara tegas dan profesional, sekaligus menghadirkan ruang publik yang aman bagi masyarakat,” ujar Imron saat konprensi pers pengungkapan sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Selasa (13/10/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan karakternya yang utuh. Seorang perwira yang memiliki ketajaman analitis seorang detektif ulung, tetapi tetap memelihara kelembutan hati seorang pelayan publik yang tulus. (*)