CILEGON, 110 News — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten mengeluarkan peringatan kepada masyarakat pesisir dan nelayan untuk mengutamakan keselamatan serta mewaspadai cuaca buruk.
Imbauan ini menyusul insiden maut tenggelamnya perahu KM Berkah yang menewaskan dua nelayan di perairan Pulau Tempurung, Merak, Kota Cilegon, Banten.
Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto memimpin langsung koordinasi penanganan dampak musibah tersebut sekaligus memberikan penekanan terkait risiko cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Banten.
Musibah berawal ketika tiga nelayan berangkat dari pangkalan Tanjung Peni menggunakan perahu KM Berkah menuju area pancing perairan Pulau Tempurung. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan mulai memancing ikan.
Situasi berubah mencekam saat ketiga nelayan memutuskan berpindah titik dengan mengelilingi Pulau Tempurung. Cuaca buruk mendadak menerjang lokasi kejadian. Gelombang tinggi langsung menghantam perahu hingga karam dan menenggelamkan seluruh penumpang.
Kru kapal KMP SMS Sagita yang melintas di sekitar lokasi bergerak cepat menyelamatkan seorang nelayan berinisial U (34) dari dalam air. Pada waktu bersamaan, kru kapal KM Inti Rezeki mengevakuasi jenazah dua nelayan lain berinisial A (26) dan S (38), lalu membawa keduanya menuju Dermaga Pantai Mabak, Merak.
Petugas gabungan Ditpolairud Polda Banten, TNI, dan Basarnas menyambut kedatangan para korban di daratan sebelum melarikan mereka ke rumah sakit setempat untuk penanganan medis serta proses identifikasi.
“Sekitar pukul 09.30 WIB, perahu tiba di sekitar perairan Pulau Tempurung. Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, para nelayan berpindah lokasi memancing dengan cara mengelilingi Pulau Tempurung. Namun, saat itu kondisi cuaca kurang bersahabat sehingga perahu terkena ombak dan tenggelam,” kata Eko Hartanto.
Eko menegaskan pihaknya langsung menerjunkan personil untuk mempercepat pendataan dan memastikan seluruh penanganan korban berjalan sesuai standar operasional.
“Personel Ditpolairud Polda Banten menindaklanjuti laporan kejadian dengan melakukan pendataan dan melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan. Penanganan dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan pendataan korban berjalan sesuai prosedur,” kata Eko.
Menyikapi jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa maut ini, Eko meminta para nelayan dan pemancing tidak memaksakan diri melaut demi hasil tangkapan jika cuaca di laut tidak mendukung.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca berisiko. Nelayan juga diharapkan selalu mengutamakan keselamatan, membawa perlengkapan penyelamatan,” kata Eko.