DEPOK, 110 News – Senin (26/10/2026) pagi di SD Negeri Cilangkap 8, Depok, Jawa Barat, terasa berbeda dari biasanya. Riak tawa dan celoteh riang ratusan anak berseragam merah-putih membuncah di halaman sekolah, menyambut kehadiran para personel Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri.
Di bawah langit yang dinaungi semangat kebersamaan, seragam cokelat kepolisian yang biasa identik dengan penjagaan keamanan kini berpadu hangat dengan kepedulian sosial dan keprihatinan terhadap kelestarian bumi.
Melalui program bertajuk Polisi Peduli Pendidikan dan Cinta Lingkungan, Korps Sabhara Baharkam Polri menghadirkan wajah kepolisian yang inklusif, humanis, dan dekat dengan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan upacara pagi yang penuh khidmat dipimpin oleh AKBP Helminingsih. Kehadiran Iptu Dian Anggraini dan Iptu Lis Irmayanti yang memberikan edukasi interaktif mengenai tugas kepolisian berhasil mengikis rasa canggung para siswa.
Suasana berubah hangat dan penuh rasa ingin tahu saat anak-anak berebut mengajukan pertanyaan, mengenal lebih dekat sosok yang selama ini menjaga kedamaian mereka.
Kepedulian tersebut tak berhenti pada tutur kata dan edukasi semata. Sebanyak 550 paket makanan bergizi yang terdiri dari bubur kacang hijau dan telur rebus dibagikan kepada para siswa. Santapan sederhana penuh gizi ini membawa gairah baru bagi tumbuh kembang anak-anak yang kelak menjadi tumpuan harapan bangsa.
Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib mengatakan kegiatan ini merupakan manifestasi dari semangat Polisi Bersama Masyarakat serta implementasi arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Kehadiran korps baju cokelat di ruang-ruang kelas adalah ikhtiar untuk merawat kesehatan dan karakter generasi penerus sejak dini.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Karena itu, kehadiran polisi di sekolah bukan hanya untuk memberikan edukasi tentang keamanan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap lingkungan,” ujar Ngajib.
Puncak kehangatan hari itu terukir ketika jemari-jemari mungil para siswa menyentuh tanah basah, bergotong- royong bersama personel Korps Sabhara Baharkam Polri, guru, dan pengurus RW setempat.
Bersama-sama mereka menanam bibit pohon mangga di sudut halaman sekolah. Momen ini menjadi penanda digulirkannya konsep Green Policing, sebuah pendekatan kepolisian yang menempatkan kelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penanaman pohon tersebut, para siswa tidak hanya diajarkan cara menanam, tetapi juga ditanamkan rasa tanggung jawab untuk merawat kehidupan yang baru disemaikan. Tumbuhan yang kelak berbuah itu diproyeksikan menjadi saksi bisu tumbuh tumbuhnya kesadaran ekologis di benak para pelajar.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang baik. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial sejak usia sekolah,” katanya.
Langkah berkelanjutan ini diharapkan terus bergulir di pelbagai pelosok negeri. Kehadiran Korps Sabhara Baharkam Polri di tengah masyarakat tak lagi sekadar tentang penegakan hukum, melainkan hadir sebagai pelindung, sahabat, sekaligus penanam benih harapan bagi masa depan bumi dan generasi muda.
“Kami ingin semangat Polisi Bersama Masyarakat benar-benar dirasakan melalui tindakan nyata. Polisi hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga ikut membangun masa depan generasi muda dan lingkungan yang lebih baik,” pungkas Ngajib. (*)