Implementasi Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Rangkul Buruh Lewat Dialog untuk Demokrasi yang Sejuk

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Implementasi Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Rangkul Buruh Lewat Dialog untuk Demokrasi yang Sejuk
Mengedepankan pendekatan humanis, Kapolda Metro Jaya merangkul elemen buruh melalui ruang dialog terbuka di Polda Metro Jaya untuk merawat demokrasi yang sejuk dan harmonis. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, 110 News – Alih-alih hanya mengandalkan barikade pengamanan di jalanan, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto bersama Wakapolda Irjen Pol. Adex Yudiswan memilih menghadirkan kehangatan melalui meja perundingan.

Kedua pimpinan Polda Metro Jaya itu menggelar silaturahmi dan dialog bersama pimpinan serikat pekerja serta elemen buruh di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Selasa (13/10/2026).

Pendekatan humanis ini mengubah ketegangan potensial aksi unjuk rasa menjadi ruang duduk bersama yang penuh kekeluargaan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi buruh terkemuka di ibu kota, di antaranya Presiden KBMI Daeng Wahidin, Ketua Umum SBSI 92 Sunarti, Haris Manalu dari KSBSI, Karel dari KSPN, Sekjen KSPSI Arif Minardi, serta Ketua DPC LEM SPSI Jakarta Timur Endang Hidayat.

Kehadiran tokoh-tokoh buruh lainnya seperti Eri dari Aspirasi, Sunarno dari KASBI, Asar Hariman dari Gaspermindo, Sekjen FSP Global Wido Pratikno, dan Dalail dari K-Sarbumusi semakin memperkuat representasi suara para pekerja.

Suasana cair tampak mendominasi sejak awal pertemuan, menunjukkan niat baik kedua belah pihak untuk saling mendengar tanpa sekat.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan suara buruh adalah bagian dari denyut nadi demokrasi yang harus dilindungi dan dihargai. Dia menyatakan kepolisian memandang kebebasan berpendapat bukan sebagai ancaman ketertiban, melainkan hak konstitusional yang wajib dikawal dengan penuh empati dan rasa aman.

“Kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak mendasar yang dijamin oleh undang-undang, termasuk bagi rekan-rekan buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraannya. Tugas kami di kepolisian bukan untuk membatasi, melainkan memastikan hak tersebut dapat disuarakan dengan aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi kepentingan masyarakat luas,” ujar Komjen Dadang.

Pendekatan kultural dan humanis ini merupakan wujud implementasi program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menempatkan kedekatan emosional serta keterbukaan komunikasi sebagai landasan utama pelayanan publik.

Melalui perjumpaan langsung ini, berbagai pandangan dan persoalan yang kerap memicu gesekan di lapangan dapat diurai lebih awal melalui komunikasi yang jernih.

Kapolda berharap sinergi dengan kalangan pekerja ini terus terjaga secara konsisten, sehingga Jakarta senantiasa berada dalam situasi yang aman, damai, serta ramah bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.