Kapolda Sumut Irjen Sonny Rangkul Ulama dan Tokoh Masyarakat untuk Perangi Narkoba

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Kapolda Sumut Irjen Sonny Rangkul Ulama dan Tokoh Masyarakat untuk Perangi Narkoba
Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menggandeng ulama dan tokoh masyarakat di Medan untuk memperkuat persatuan serta mendeklarasikan perang terhadap narkoba. (Foto: Istimewa)

MEDAN, 110 News – Bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa dan keamanan daerah ditunjukkan Kapoda Sumatera Utara (Sumut ) Irjen Pol. Sonny Irawan dengan merangkul para ulama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba serta memperkokoh persatuan di Medan.

Langkah humanis itu diwujudkan melalui kunjungan kerja dan silaturahmi hangat ke kediaman Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Buya Syekh Ali Akbar Marbun, di Jalan Pelajar Ujung, Medan, Rabu (28/10/2026).

Dalam kunjungan yang penuh keakraban itu, Irjen Pol. Sonny hadir didampingi Wakapolda, Dirbinmas, Dirlantas, Kabid Humas Polda Sumut, serta Wakapolrestabes Medan. Kehadiran jajaran pimpinan kepolisian daerah ini juga disambut sejumlah tokoh lintas agama, pengurus organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan unsur adat di Sumatera Utara, mencerminkan semangat kebersamaan yang kokoh.

Kepedulian Kapolda Sumut dalam merangkul elemen masyarakat ini merupakan terjemahan program Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yakni ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Tagline itu dijabarkan ke dalam empat program prioritas, mencakup penjagaan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, pemberantasan narkoba bersama masyarakat, penekanan angka kejahatan jalanan, serta perwujudan budaya tertib berlalu lintas.

Bagi Irjen Pol. Sonny, keberhasilan menjaga ketertiban masyarakat mustahil tercapai tanpa keterlibatan aktif dari rakyat.

“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus memohon doa dan dukungan dari para kiai, ulama, ustaz, tokoh agama, serta tokoh masyarakat di Sumatera Utara,” ujar Sonny Irawan dengan penuh kerendahan hati.

Irjen Sonny menambahkan, di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Sumatera Utara, masyarakat harus senantiasa bersatu agar tidak mudah terpecah belah oleh provokasi apapun.

“Kita harus bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Masyarakat Sumatera Utara jangan mudah terprovokasi karena keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.

Perhatian khusus juga dicurahkan Kapolda Sumut terhadap ancaman narkotika yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial. Dengan nada tegas namun merangkul, dia menyerukan perlawanan total terhadap barang haram tersebut.

Dia menilai kolaborasi bersama masyarakat menjadi kunci untuk menekan ruang gerak jaringan peredaran gelap narkoba di wilayah Sumatera Utara, mulai dari tingkat kabupaten, kota, hingga pelosok provinsi.

“Kita perang dengan narkoba. Dengan deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba, mulai dari tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi, kita berharap seluruh elemen masyarakat bergerak bersama melakukan perlawanan terhadap narkoba,” seru Irjen Pol. Sonny.

Dia menekankan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan preventif agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkotika.

Kepedulian dan keterbukaan pimpinan tertinggi di Polda Sumut ini disambut hangat oleh Buya Syekh Ali Akbar Marbun. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar tersebut mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Kapolda.

Bahkan, dia mendorong agar komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian dan para ulama dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Misalnya, diagendakan rutin setiap dua atau tiga bulan sekali, guna menampung aspirasi serta mencari solusi bersama atas berbagai dinamika sosial keagamaan yang ada.

Menanggapi masukan tersebut, Irjen Pol. Sonny menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dia mengakui institusi kepolisian memiliki keterbatasan dan sangat bergantung pada kepercayaan publik serta dukungan moral dari para ulama dan warga.

“Kami menyadari bahwa Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan kepercayaan masyarakat sangat penting dalam pelaksanaan tugas kami,” pungkasnya.

Rangkaian kunjungan penuh makna itu ditutup dengan penyerahan plakat, pemakaian kain ulos sebagai simbol kehormatan budaya lokal, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, serta ramah tamah makan siang bersama. (*)

Redaksi 110news
Saparuddin Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.