Punya Tujuan Sama Ciptakan Keamanan Masyarakat, Kapolri Jenderal Suyudi Bahas MoU dan PKS dengan PBNU

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Punya Tujuan Sama Ciptakan Keamanan Masyarakat, Kapolri Jenderal Suyudi Bahas MoU dan PKS dengan PBNU
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggelar silaturahmi dan pembicaraan strategis bersama jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang dipimpin Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. (Foto: doc. Polri)

JAKARTA, 110 News – Keamanan dan ketertiban masyarakat bukan sekadar urusan Polri, melainkan tugas bersama yang membutuhkan keterlibatan erat para tokoh ulama dan organisasi keagamaan.

Berangkat dari kesadaran mendalam tersebut, atmosfer kehangatan penuh keakraban menyelimuti Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggelar pertemuan strategis bersama jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.

Kapolri menyatakan Polri dan Nahdlatul Ulama pada dasarnya memiliki satu napas dan tujuan yang sama: menciptakan ruang kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

Menyadari kompleksitas tantangan zaman, Kapolri sepakat mematangkan payung hukum kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) serta perjanjian kerja sama (PKS).

Langkah formal ini dirancang agar kolaborasi di lapangan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi program nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh seluruh lapisan warga.

Dalam lanskap sosiologis Indonesia, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di tanah air memiliki basis akar rumput yang sangat luas, mulai dari pondok pesantren hingga jaringan badan otonom di pelosok daerah.

Di sisi lain, Polri memegang mandat konstitusional dalam penegakan hukum dan perlindungan warga. Pertemuan di Kramat Raya tersebut menjadi titik temu ideal, di mana pendekatan persuasif keagamaan berpadu harmonis dengan pilar hukum negara.

Jenderal Suyudi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran PBNU atas kemitraan erat yang selama ini terjalin dengan amat padu.

“Kami apresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Ketua dan juga jajaran NU, karena selama ini kami terus terang sangat terbantu dan juga selalu sinergis dan kolaboratif di lapangan di dalam melaksanakan tugas-tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jenderal Suyudi.

Fokus utama dari pembahasan MoU ini menukik tajam pada isu vital yang menjadi perhatian bersama, yakni penyelamatan dan pembinaan generasi muda. Di era disrupsi digital yang bergerak serba cepat, anak-anak dan remaja berada di garis depan paparan arus informasi tanpa batas, risiko kenakalan remaja, hingga ancaman tindak pidana cyber dan paham radikalisme.

Polri dan PBNU sepakat bahwa membina generasi penerus bangsa memerlukan pendampingan moral sekaligus edukasi hukum yang komprehensif.

Kesadaran akan benteng perlindungan anak muda ini ditekankan langsung oleh Kapolri. “Kita punya PR besar karena anak-anak kita ini adalah generasi penerus bangsa, aset bangsa yang harus kita jaga, kita rawat, sehingga jangan sampai salah kita membina anak-anak kita,” kata Kapolri.

Ia menambahkan bahwa melalui rencana kerja sama ini, Polri dan NU akan menyelaraskan berbagai program pembinaan di lapangan guna memperkuat edukasi, pelayanan, dan pendampingan bagi remaja agar tidak terjerumus ke dalam tindakan melanggar hukum.

Gayung pun bersambut, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyambut positif niat tulus jajaran kepolisian.

Bagi Gus Kikin, menjaga ketertiban umum merupakan bagian tak terpisahkan dari misi berkhidmat NU kepada umat dan bangsa. Dalam pandangannya, peran tokoh agama sangat sentral dalam membimbing moral masyarakat di tengah perubahan zaman yang begitu masif.

Gus Kikin menyoroti betapa krusialnya keberadaan figur keteladanan untuk mengarahkan generasi penerus agar tetap berdiri di atas pijakan nilai-nilai moral dan kebangsaan.

Ia optimistis bahwa kebersamaan yang kokoh antara PBNU dan Polri akan menjadi pilar penopang dalam menciptakan kehidupan sosial yang jauh lebih aman, adem, dan harmonis di masa depan.

Kini, tim dari PBNU dan Polri tengah merumuskan detail teknis MoU dan PKS tersebut agar dapat segera diresmikan dan ditindaklanjuti hingga ke tingkat kepolisian sektor dan pengurus cabang di seluruh Indonesia.

Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa ketika hukum dan moralitas bergandengan tangan, keamanan masyarakat bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang siap dirawat bersama.

Redaksi 110news
Mada Mahfud

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.